Kisah Singkat Raja Namrud tersiksa selama 400 tahun
Kisah Singkat Raja Namrud tersiksa selama 400 tahun

Kisah Singkat Raja Namrud tersiksa selama 400 tahun

Namrud adalah salah satu tokoh yang misterius dalam sejarah. Raja Namrud atau Nimrod adalah adalah putra Kush dan cicit Nabi Nuh.

Raja Namrud atau Nimrod adalah seorang tokoh yang disebut dalam kitab-kitab suci agama-agama samawi. Ia adalah putra Kush dan cicit Nabi Nuh. Namrud digambarkan sebagai seorang raja di negeri Shinar.

Namrud adalah salah satu tokoh yang misterius dalam sejarah. Meskipun dia disebutkan dalam kitab-kitab suci agama-agama samawi, tidak ada bukti arkeologis atau sejarah yang dapat memastikan identitasnya. Beberapa orang mencoba menghubungkan Namrud dengan beberapa raja terkenal dari Mesopotamia, seperti Sargon dari Akkad, Hammurabi dari Babilonia, atau Tukulti-Ninurta I dari Asyur. Namun, belum ada kesepakatan mengenai identitas Namrud.

Raja Namrud adalah seorang penguasa yang sombong, angkuh, dan kejam. Dia mengaku sebagai Tuhan dan menentang ajaran Nabi Ibrahim .A.S. Dia juga menguasai ilmu sihir yang diajarkan oleh iblis. Dia memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas dan banyak tentara yang setia kepadanya.

Namrud juga dikisahkan sebagai orang pertama yang menguasai ilmu sihir, dengan bantuan iblis yang menyamar sebagai orang bungkuk. Iblis memberikan Namrud sebuah cincin yang dapat membuatnya mengendalikan segala sesuatu di bumi. Namun, cincin itu juga menjadi sebab kehancuran Namrud, karena seekor nyamuk masuk ke hidungnya melalui cincin itu dan menggerogoti otaknya selama bertahun-tahun, hingga akhirnya membunuhnya.

Suatu hari, dia mendengar bahwa ada seorang bayi laki-laki yang baru lahir di negerinya, yang bernama Ibrahim. Dia khawatir bahwa bayi itu akan menjadi ancaman baginya di masa depan, karena dia pernah mendapat ramalan bahwa akan ada seorang nabi yang akan mengalahkannya. Oleh karena itu, dia memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir.

Namun, ibu dari Ibrahim berhasil menyelamatkan anaknya dengan menyembunyikannya di sebuah gua. Di sana, Ibrahim tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas, berani, dan saleh. Dia tidak percaya dengan berhala-berhala yang disembah oleh rakyat Namrud, melainkan hanya menyembah Allah ï·» yang menciptakan segala sesuatu.

Suatu ketika, Nabi Ibrahim A.S. memutuskan untuk menghancurkan berhala-berhala di kuil Namrud dengan kapaknya. Ketika rakyat Namrud mengetahui hal ini, mereka marah dan menangkap Ibrahim. Mereka membawanya ke hadapan Namrud, yang menantangnya untuk berdebat tentang keberadaan Allah ï·».

Dalam debat itu, Nabi Ibrahim A.S. berhasil membuktikan bahwa Namrud bukanlah tuhan, melainkan hanya seorang manusia biasa yang tidak berdaya di hadapan Allah ï·». Nabi Ibrahim A.S. menunjukkan bahwa Allah ï·» adalah pencipta langit dan bumi, matahari dan bulan, hidup dan mati. Namrud tidak dapat menjawab argumen-argumen Ibrahim dengan logis, melainkan hanya mengandalkan kekuatan dan kesombongannya.

Akhirnya, Namrud menjadi sangat marah dan memerintahkan agar Ibrahim dibakar hidup-hidup di tengah lapangan. Dia memerintahkan pasukannya untuk menumpuk kayu-kayu kering dan menyulut api yang besar. Kemudian, dia memerintahkan agar Ibrahim dilemparkan ke dalam api tersebut dengan menggunakan sebuah katapel raksasa.

Namun, dengan izin Allah ï·», api itu tidak membakar Nabi Ibrahim A.S., melainkan menjadi sejuk dan nyaman baginya. Ini adalah salah satu mukjizat yang diberikan Allah ï·» kepada Ibrahim untuk melindunginya dari kejahatan Namrud. Ketika Namrud melihat hal ini, dia terkejut dan tidak percaya. Dia merasa bahwa ilmu sihirnya tidak berguna lagi.

Sementara itu, Allah ï·» mengirimkan seekor nyamuk betina yang sangat kecil untuk menghukum Namrud. Nyamuk itu masuk ke dalam hidung Namrud tanpa disadari olehnya. Kemudian, nyamuk itu menetas menjadi ribuan telur di dalam otak Namrud. Telur-telur itu berkembang menjadi larva-larva yang menggerogoti otak Namrud dari dalam.

Akibatnya, Namrud merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Dia tidak dapat tidur, makan, atau berpikir dengan tenang. Dia mencoba berbagai macam obat dan pengobatan, tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkannya. Bahkan, dia sampai meminta agar kepalanya dipukul-pukul dengan palu atau batu untuk meredakan sakitnya.

Namun, semakin dipukul, semakin sakit pula rasa yang dia rasakan. Ini karena larva-larva di dalam otaknya semakin aktif dan ganas ketika merasakan goncangan-goncangan dari luar. Selama 400 tahun lamanya, Namrud menderita dengan cara ini tanpa ada harapan kesembuhan atau kematian.

Pada akhirnya, Allah ï·» mengakhiri penderitaan Namrud dengan cara yang sangat sederhana. Suatu hari, seorang pelayan Namrud tanpa sengaja membunuh seekor nyamuk jantan yang sedang hinggap di atas meja. Nyamuk jantan itu ternyata adalah pasangan dari nyamuk betina yang ada di dalam otak Namrud. Ketika nyamuk betina mengetahui bahwa suaminya telah mati, dia pun mati pula karena sedih.

Ketika nyamuk betina mati, larva-larva yang ada di dalam otak Namrud juga mati bersamanya. Hal ini menyebabkan otak Namrud meledak dan mengeluarkan darah dan nanah yang busuk. Dengan demikian, Namrud pun mati dengan cara yang sangat hina dan memalukan. Ini adalah balasan yang adil dari Allah ï·» atas kesombongan dan kezaliman Namrud.

Namrud adalah contoh orang yang sombong dan lupa akan dirinya, dia tidak bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah ï·» berikan. Dia harus menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak meniru sikapnya. ÙˆَاللَّÙ‡ُ ‌Ø£َعْÙ„َÙ…ُ بِالصَّÙˆَابِ

RECENT POSTS
    Info Unik